Kabarjatim.id | Pasuruan – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Beji turut mengambil bagian dalam kegiatan MATAMUDA (Masa Ta’aruf Murid Madrasah) Tahun Ajaran 2026/2027 yang digelar MTs dan MA Al Azhar Al Azhar Sidowayah, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, pada 13–16 Juli 2026.

Kegiatan yang dilaksanakan atas permohonan resmi dari pihak madrasah tersebut menghadirkan langsung Kepala KUA Kecamatan Beji, Hj. Thuchfatul Syafa’atun Muniro, S.Ag., M.H., bersama Penyuluh Agama Islam Wachyuni, M.Pd. dan Hasan Ubaidillah, S.Pd. sebagai narasumber.

Dalam kesempatan itu, Kepala KUA Kecamatan Beji, Hj. Thuchfatul Syafa’atun Muniro, S.Ag., M.H., menegaskan bahwa pembinaan karakter peserta didik harus dimulai sejak awal mereka memasuki lingkungan pendidikan.

“MATAMUDA menjadi langkah awal untuk membentuk karakter peserta didik yang beriman, berakhlak mulia, dan memiliki wawasan kebangsaan. Melalui materi Moderasi Beragama, BRUS, dan Ekoteologi, kami ingin menanamkan pemahaman bahwa menjalankan ajaran agama harus disertai sikap toleran, bijaksana, serta memiliki kepedulian terhadap sesama dan lingkungan. Harapan kami, para siswa mampu menjadi generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas moral dan mampu menjaga persatuan di tengah keberagaman,” tutur Hj. Thuchfatul Syafa’atun Muniro.

kabarjatim

Selama empat hari pelaksanaan MATAMUDA, peserta memperoleh pembekalan mengenai Moderasi Beragama, BRUS (Bimbingan Remaja Usia Sekolah), dan Ekoteologi. Ketiga materi tersebut dirancang untuk memperkuat karakter keagamaan, membimbing remaja menghadapi tantangan perkembangan zaman, sekaligus menumbuhkan kesadaran dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Beji, Hasan Ubaidillah, S.Pd., menyampaikan bahwa materi yang diberikan merupakan bekal penting bagi peserta didik dalam menjalani kehidupan di lingkungan madrasah maupun masyarakat.

“Kami ingin membangun pola pikir peserta didik agar mampu memahami agama secara utuh, mengedepankan sikap saling menghormati, serta menjauhi paham-paham yang bersifat ekstrem. Melalui BRUS, siswa juga dibekali pemahaman tentang pembinaan remaja agar mampu mengambil keputusan yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan Ekoteologi mengajarkan bahwa menjaga kebersihan dan kelestarian alam merupakan bagian dari ibadah serta bentuk tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi,” jelas Hasan Ubaidillah.

Pihak KUA Beji berharap sinergi dengan lembaga pendidikan seperti MTs dan MA Al Azhar Sidowayah terus berlanjut dalam upaya mencetak generasi muda yang religius, moderat, berkarakter, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan kehidupan bermasyarakat.