Kota Malang – Kehadiran Depo POMINDO (Pom Minyak Goreng Indonesia) di kawasan Tulusrejo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, mendapat apresiasi dari Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Malang,

 

Keberadaan depo tersebut dinilai menjadi langkah baru dalam memperluas akses kebutuhan minyak goreng bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

 

kabarjatim

Pembukaan perdana Depo POMINDO di Kota Malang menjadi salah satu upaya menghadirkan distribusi minyak goreng yang lebih dekat dengan masyarakat. Mengingat minyak goreng merupakan kebutuhan pokok yang memiliki peran penting, terutama bagi pelaku usaha kuliner dan UMKM yang bergantung pada kestabilan pasokan bahan baku, keberadaan depo ini dinilai memiliki nilai strategis.

 

Kepala Diskoperindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, menyampaikan apresiasinya atas keterlibatan sektor usaha yang tetap menunjukkan kontribusi terhadap kebutuhan masyarakat melalui inisiatif pendirian depo minyak goreng.

 

“Yang pertama kami mengucapkan terima kasih karena masih ada pengusaha yang berkontribusi untuk mendirikan depo minyak yang diinisiasi oleh POMINDO di Kota Malang. Kita tahu bahwa minyak ini merupakan kebutuhan yang sangat dibutuhkan masyarakat, terutama pelaku UMKM,” ujar Eko saat menghadiri pembukaan perdana Depo POMINDO di Tulusrejo, Senin (18/5/2026).

 

Menurutnya, kebutuhan minyak goreng memiliki keterkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi masyarakat, terutama usaha mikro di sektor makanan dan kuliner.

 

Oleh sebab itu, akses yang lebih mudah terhadap kebutuhan tersebut diharapkan dapat mendukung keberlangsungan usaha para pelaku UMKM.

 

Selain aspek distribusi, keberadaan depo yang berada di tengah lingkungan permukiman dinilai menjadi keuntungan tersendiri karena mudah dijangkau masyarakat maupun pelaku usaha.

 

“POMINDO tentu nantinya memiliki strategi tersendiri dalam melakukan pemasaran agar masyarakat mengetahui keberadaannya. Lokasi ini juga berada di tengah perkampungan dan dapat diakses secara langsung oleh pelaku UMKM,” katanya.

 

Terkait harga, Eko menilai minyak goreng yang dipasarkan di depo tersebut masih berada dalam kisaran yang dapat dijangkau masyarakat. Berdasarkan informasi yang diterimanya saat pembukaan, harga minyak goreng di depo tersebut dipasarkan sekitar Rp22 ribu.

 

Menurutnya, kemudahan akses dan harga yang relatif terjangkau berpotensi menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat untuk memperoleh kebutuhan minyak goreng secara praktis.

 

Kehadiran Depo POMINDO juga diharapkan mampu menjadi alternatif distribusi yang memperkuat kebutuhan rumah tangga sekaligus menopang aktivitas ekonomi masyarakat di Kota Malang.