Kabarjatim.id | Pasuruan — Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pasuruan menggelar Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Program Desa Cantik (Desa Cinta Statistik) Tahun 2026 di Balai Desa Randupitu, Rabu (20/5/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB tersebut menjadi langkah awal penguatan budaya sadar data di tingkat desa sekaligus mendorong transformasi Desa Randupitu menuju desa digital berbasis statistik.
Kegiatan ini dihadiri seluruh perangkat desa, BPD, PKK, perwakilan RT/RW, Karang Taruna Sakera Muda, KIM Gempar, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pasuruan, serta tim dari BPS Kabupaten Pasuruan.
Acara dibuka langsung oleh Kepala Desa Randupitu, Mochammad Fuad, yang menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Desa Randupitu dalam pelaksanaan Program Desa Cantik Tahun 2026.
Dalam sambutannya, Mochammad Fuad berharap program tersebut mampu meningkatkan kapasitas aparatur desa dalam mengelola data yang akurat dan valid sehingga mendukung perencanaan pembangunan desa yang lebih tepat sasaran.
Program Desa Cantik sendiri merupakan inisiatif strategis Badan Pusat Statistik untuk meningkatkan literasi statistik, pengelolaan data, serta pemanfaatan data di tingkat desa dan kelurahan. Melalui program ini, desa didorong mampu menyusun pembangunan berbasis data yang akurat, terukur, dan berkelanjutan.
“Harapan kami kepada pemerintah, melalui program Desa Cantik ini, data yang dihasilkan benar-benar data yang selalu ter-update. Sementara harapan kepada masyarakat, agar semua warga, khususnya para pemuda Desa Randupitu, bisa selalu kompak membantu desa, terutama dalam hal pengelolaan sampah,” ujar Mochammad Fuad.
Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, peserta mendapatkan pemaparan materi dari sejumlah narasumber BPS Kabupaten Pasuruan, yakni Statistisi Muda BPS Kabupaten Pasuruan Mia Mahera Maharani, SST, Statistisi Pertama Debita Tejo Saputri, SST, serta Statistisi Pelaksana Arief Laksono.
Para narasumber menjelaskan pentingnya pengelolaan data statistik desa yang akurat dan terintegrasi sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan desa. Peserta juga dibekali pemahaman terkait tata kelola data, pemanfaatan teknologi informasi, hingga penguatan kapasitas aparatur desa dalam pengelolaan statistik sektoral.
Suasana kegiatan berlangsung aktif dan interaktif. Peserta tampak antusias mengikuti sesi pemaparan dan diskusi mengenai tantangan pengelolaan data di tingkat desa. Melalui kegiatan tersebut, Desa Randupitu diharapkan mampu menjadi desa yang lebih siap dalam mengelola serta memanfaatkan data statistik guna mendukung pembangunan yang efektif, transparan, dan berkelanjutan.
Pada kesempatan yang sama, Mochammad Fuad juga menegaskan komitmennya untuk membawa Randupitu menjadi desa modern berbasis digital dengan memanfaatkan teknologi dalam sistem pengelolaan data desa.
“Kita ingin membangun desa digital atau statistik agar bisa mengumpulkan data-data melalui aplikasi. Jadi, semua data krusial berada di dalam genggaman atau dalam pantauan kepala desa secara real-time,” tegasnya.
Melalui rapat koordinasi dan sosialisasi ini, sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, dan BPS Kabupaten Pasuruan diharapkan semakin kuat dalam menyukseskan Program Desa Cantik Tahun 2026 sekaligus memperkuat tata kelola pembangunan desa berbasis data yang modern dan transparan.


