Kabarjatim.id | Surabaya — Panitia Kerja Diplomasi Parlemen untuk Pembangunan Internasional (Panja DPPI) Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga (Unair), Surabaya.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara parlemen dan perguruan tinggi, khususnya dalam memperkaya perspektif akademik terkait pembangunan internasional, dinamika ekonomi global, serta kepentingan Indonesia dalam kerja sama antarnegara.

Anggota DPR RI Dra. Hj. Anisah Syakur, M.Ag. mengatakan, perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam memberikan masukan berbasis kajian akademik terhadap berbagai persoalan yang menjadi perhatian parlemen.

“Kunjungan kerja Panja DPPI BKSAP DPR RI ke Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga ini menjadi bagian penting untuk mendapatkan masukan dan perspektif akademik. Kami ingin memastikan bahwa diplomasi parlemen yang dilakukan tidak hanya melihat persoalan dari sisi politik dan hubungan antarnegara, tetapi juga mempertimbangkan aspek ekonomi, pembangunan, pendidikan, serta kepentingan masyarakat.” katanya.

kabarjatim

Menurut Anisah, perkembangan ekonomi global yang semakin dinamis menuntut Indonesia untuk memperkuat kerja sama internasional dengan tetap menempatkan kepentingan nasional sebagai salah satu pijakan utama.

Kita menghadapi perubahan ekonomi global yang sangat cepat. Karena itu, Indonesia harus mampu membaca peluang sekaligus tantangan yang ada. Diplomasi parlemen harus dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Indonesia, termasuk dalam bidang ekonomi, perdagangan, investasi, pendidikan, dan pembangunan sumber daya manusia.” terangnya.

Ia menegaskan, keterlibatan akademisi dibutuhkan agar kebijakan dan diplomasi yang dibangun parlemen memiliki landasan pengetahuan serta kajian yang memadai.

“Perguruan tinggi memiliki sumber daya intelektual yang sangat besar. Karena itu, komunikasi dan kolaborasi antara DPR dengan kalangan akademisi harus terus diperkuat. Masukan dari para akademisi menjadi penting agar setiap langkah yang kita ambil memiliki dasar kajian yang kuat dan dapat memberikan manfaat bagi kepentingan bangsa.”

Anisah juga berharap kunjungan tersebut tidak berhenti pada forum diskusi, tetapi dapat menjadi pintu masuk bagi penguatan kolaborasi antara DPR RI dan lingkungan akademik.

“Kami berharap pertemuan ini tidak berhenti sebagai kunjungan kerja saja. Apa yang kita diskusikan hari ini harus dapat menjadi bahan untuk memperkuat kerja-kerja Panja DPPI BKSAP DPR RI ke depan. Sinergi antara parlemen dan perguruan tinggi harus terus dibangun agar diplomasi Indonesia semakin kuat dan mampu menjawab tantangan global. Pada akhirnya, diplomasi parlemen harus bermuara pada kepentingan nasional dan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, kita membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, parlemen, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat agar pembangunan Indonesia dapat berjalan secara berkelanjutan,” pungkasnya.