Deli Serdang | Kabarjatim.id  — Anggota DPR RI Komisi XIII, Dra. Hj. Anisah Syakur, M.Ag., menegaskan pentingnya diplomasi parlemen sebagai strategi untuk menjembatani potensi ekonomi daerah menuju pasar global. Diplomasi parlemen dinilai tidak hanya berkaitan dengan hubungan politik dan persahabatan antarnegara, tetapi juga harus mampu mendukung kepentingan ekonomi nasional dan pengembangan potensi daerah.

Hal tersebut disampaikan Anisah Syakur dalam tanggapannya sebagai Anggota DPR RI Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) mengenai Diplomasi Parlemen sebagai Strategi Menjembatani Potensi Daerah Menuju Pasar Global.

Menurut Anisah, daerah memiliki posisi strategis dalam diplomasi ekonomi Indonesia. Karena itu, berbagai potensi unggulan daerah perlu dihubungkan dengan jejaring kerja sama internasional untuk memperluas akses pasar, investasi, teknologi, dan kemitraan.

Ia juga menyoroti Kabupaten Deli Serdang yang memiliki potensi ekonomi daerah yang perlu dioptimalkan agar mampu menghasilkan produk berdaya saing dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

kabarjatim

Dalam tanggapannya, Anisah Syakur menyampaikan, “Materi ini memberikan perspektif penting bahwa diplomasi parlemen bukan hanya berkaitan dengan hubungan politik dan persahabatan antarnegara, tetapi juga harus mampu menjadi jembatan bagi kepentingan ekonomi nasional dan pengembangan potensi daerah”, terangnya.

Sebagai Anggota DPR RI yang menjalankan fungsi diplomasi melalui Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP), kami memandang bahwa daerah memiliki posisi strategis dalam diplomasi ekonomi Indonesia. Potensi industri, perdagangan, pertanian, perkebunan, perikanan, pariwisata, serta usaha mikro, kecil, dan menengah perlu dihubungkan dengan jejaring kerja sama internasional agar dapat memperoleh akses pasar, investasi, teknologi, dan kemitraan yang lebih luas.

Kabupaten Deli Serdang memiliki posisi yang perlu dimanfaatkan secara optimal dalam pengembangan ekonomi daerah. Namun, kita juga harus memastikan bahwa potensi tersebut tidak hanya menjadi data atau komoditas yang dipamerkan, melainkan benar-benar diterjemahkan menjadi produk yang memiliki daya saing, memenuhi standar internasional, dan mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat setempat.

Dalam konteks ini, diplomasi parlemen dapat menjadi salah satu pintu pembuka melalui dialog bilateral, forum regional, maupun kerja sama multilateral. Akan tetapi, diplomasi tersebut perlu diikuti dengan koordinasi bersama pemerintah daerah, kementerian terkait, pelaku usaha, perguruan tinggi, dan komunitas masyarakat agar menghasilkan program yang terukur dan berkelanjutan.

Kami juga menekankan pentingnya kesiapan daerah menghadapi tantangan global, mulai dari perubahan iklim, ketidakpastian perdagangan, disrupsi teknologi, kecerdasan buatan, hingga persyaratan mutu dan keberlanjutan produk. Karena itu, penguatan sumber daya manusia, digitalisasi UMKM, perlindungan produk lokal, serta perluasan akses pembiayaan harus menjadi bagian dari strategi menuju pasar global.

“Harapan kami, kunjungan kerja ini tidak berhenti pada pertukaran gagasan, tetapi dapat menghasilkan pemetaan potensi unggulan Deli Serdang, identifikasi negara mitra yang relevan, serta rumusan tindak lanjut yang jelas. Dengan demikian, diplomasi parlemen benar-benar hadir sebagai instrumen untuk memperluas peluang ekonomi, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.” pungkasnya.

Anisah berharap kunjungan kerja tersebut dapat menghasilkan langkah konkret dalam memetakan potensi unggulan daerah, mengidentifikasi negara mitra yang relevan, serta merumuskan tindak lanjut yang jelas. Dengan begitu, diplomasi parlemen dapat berkontribusi dalam memperluas peluang ekonomi, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.