Kabarjatim.id | Pasuruan — Pemerintah Desa Randupitu menggelar kegiatan Rembuk Stunting dengan mengusung tema “Gema Randu” (Gerakan Masyarakat Randupitu Peduli Stunting), bertempat di Balai Desa Randupitu. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen bersama dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting secara terpadu di tingkat desa.
Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh dan elemen penting masyarakat, di antaranya Ibu Kumil Lailah, Bidan Fitria Faharwati, Pendamping Desa Bapak Eko Subekti, PLD Bapak Wawan Prastyo, Petugas Ahli Gizi dari Puskesmas Kepulungan, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), jajaran Pemerintah Desa Randupitu, Kader Kesehatan Desa, Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) Gempar, serta mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Negeri Malang.
Dalam suasana yang penuh semangat kebersamaan, kegiatan ini diawali dengan sambutan dari Ibu Kumil Lailah yang menekankan pentingnya keterlibatan seluruh pihak dalam menekan angka stunting di Desa Randupitu.
“Melalui Gema Randu, kita ingin menanamkan kesadaran sejak dini bahwa stunting bukan hanya persoalan gizi, tetapi juga pola asuh, kesehatan ibu dan anak, serta edukasi remaja,” ujar beliau.

Pernyataan tersebut menjadi titik tekan penting dalam forum diskusi yang berlangsung interaktif, membahas secara komprehensif strategi percepatan penurunan stunting. Topik-topik yang dibahas mencakup pentingnya asupan gizi seimbang bagi ibu hamil dan balita, pemenuhan imunisasi dasar, hingga pencegahan anemia pada remaja putri sebagai langkah awal membentuk generasi yang sehat dan berkualitas.
Mahasiswa KKN dari Universitas Negeri Malang turut berpartisipasi dengan memberikan presentasi edukatif mengenai pentingnya pengetahuan kesehatan sejak dini di lingkungan keluarga dan masyarakat desa.
Kepala Desa Randupitu, Mochammad Fuad, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas sinergi lintas sektor yang hadir dalam kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa komitmen Pemerintah Desa tidak hanya sebatas acara seremonial, melainkan diwujudkan dalam program nyata yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
“Penanganan stunting membutuhkan kerja sama yang berkesinambungan. Gema Randu adalah bagian dari ikhtiar bersama agar anak-anak kita tumbuh sehat, cerdas, dan kuat secara fisik maupun mental. Kami, Pemerintah Desa Randupitu, berkomitmen untuk terus mendorong edukasi, pendampingan, dan kolaborasi dalam skala yang lebih luas. Karena bagi kami, satu anak terbebas dari stunting berarti satu langkah menuju masa depan desa yang lebih baik,” tegasnya.
Komitmen tersebut bukan tanpa dasar. Data menunjukkan bahwa upaya serius yang dilakukan oleh Pemerintah Desa dan para mitra telah membuahkan hasil yang nyata. Sejak tahun 2021, angka prevalensi stunting di Desa Randupitu menurun secara signifikan, dari 14,5% pada tahun 2021, menjadi 8,31% di tahun 2022, 6% di tahun 2023, 3,92% pada tahun 2024, dan berhasil ditekan lagi menjadi 2,85% pada tahun 2025. Penurunan ini mencerminkan keberhasilan pendekatan terpadu yang melibatkan edukasi, intervensi gizi, serta penguatan peran keluarga dan kader kesehatan desa.


Kegiatan ini diakhiri dengan komitmen bersama seluruh pihak untuk terus mendukung program percepatan penurunan stunting dan membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi dan kesehatan sebagai pondasi kehidupan.
Rembuk Stunting bertema Gema Randu ini menjadi cerminan nyata bahwa perubahan besar dimulai dari kesadaran dan tindakan kecil yang dilakukan secara bersama-sama di tingkat desa. Dengan semangat kolaboratif ini, Randupitu terus melangkah menuju desa yang lebih sehat, sejahtera, dan berdaya.


