Kabarjatim.id | Pasuruan – DPRD Kabupaten Pasuruan membantah keras adanya pemanggilan salah satu anggotanya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI. Bantahan ini disampaikan langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Samsul Hidayat, menyusul mencuatnya pemberitaan sejumlah media nasional yang menyebut adanya dugaan keterlibatan anggota dewan dalam kasus korupsi dana hibah.

“Kami menyayangkan berita yang tidak melalui proses konfirmasi. Dan kami tegaskan, tidak ada pemanggilan salah satu anggota kami oleh KPK RI,” tegas Samsul pada Jumat (11/7/2025).

Menurutnya, pemberitaan yang beredar sangat tidak akurat, tidak terverifikasi, dan bisa menyesatkan opini publik. Ia menilai media-media tersebut telah mengabaikan prinsip jurnalistik, terutama terkait keberimbangan dan konfirmasi kepada pihak yang diberitakan.

“Kami sangat mendukung upaya pemberantasan korupsi. Namun media juga harus menjunjung tinggi etika jurnalistik. Jangan sampai karena mengejar klik, nama baik lembaga kami dikorbankan,” tambahnya.

kabarjatim

Samsul bahkan menyebut nama-nama media seperti **Detik.com, Kompas.com, dan Antaranews**, yang menurutnya perlu memberi **hak jawab secara proporsional** kepada DPRD Kabupaten Pasuruan. Ia juga mendorong agar ada koreksi atau klarifikasi resmi atas pemberitaan yang terlanjur menyebar luas.

Dalam upaya klarifikasi, DPRD telah berkoordinasi dengan Deputi KPK Jawa Timur. Hasilnya, tidak ditemukan informasi resmi terkait pemanggilan saksi dari unsur DPRD Kabupaten Pasuruan.

“Belum ada,” tegas Samsul.

Sementara itu, Rudi Hartono  salah satu anggota DPRD yang turut disebut dalam pemberitaan juga membantah seluruh tuduhan. Ia mengaku sama sekali tidak tahu-menahu soal dana hibah dan menegaskan bahwa ia tidak pernah menerima surat pemanggilan dari KPK.

“Saya sangat menyayangkan berita itu. Saya tidak terlibat dalam urusan hibah, dan sejak kemarin saya berada di rumah. Tidak pernah ada panggilan apa pun,” ujar Rudi.

Rudi juga mengecam keras penggunaan fotonya oleh salah satu media tanpa izin dan konteks yang jelas.

“Ini jelas mengarah pada pembunuhan karakter. Bahkan keluarga saya terguncang secara psikologis,” ucapnya dengan nada kecewa.

Sebagai bentuk respons serius, Rudi menyatakan akan membawa persoalan ini ke ranah hukum dan melaporkannya ke Dewan Pers.

“Kami ingin meluruskan bahwa pemberitaan itu tidak benar, dan kami tidak bisa tinggal diam. Nama baik kami dipertaruhkan,” pungkasnya.