Kabarjatim.id | Surabaya – Pengurus Wilayah Gerakan Pemuda (PW GP) Ansor Jawa Timur terus memperkuat peran kader di sektor ekonomi kerakyatan melalui penguatan UMKM dan koperasi berbasis digital. Komitmen tersebut ditegaskan dalam Meeting Kader UMKM dan Koperasi Sahabat Ansor Jawa Timur yang digelar pada Sabtu (17/1/2026) siang di RM Lesehan Berkah Ilahi.
Kegiatan ini menjadi forum strategis konsolidasi kader sekaligus penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PW GP Ansor Jawa Timur dengan PT Multi Artha, perusahaan penyedia jasa layanan vintex dengan tools pembayaran digital QRIS. Kerja sama ini diarahkan untuk mempercepat transformasi transaksi keuangan UMKM kader Ansor di seluruh Jawa Timur.
Ketua PW GP Ansor Jawa Timur, H. Musyafa’ Syafril, S.H., M.H., menegaskan bahwa penguatan UMKM kader tidak cukup hanya dengan semangat kewirausahaan, tetapi harus dibarengi dengan sistem yang modern dan terintegrasi.
“UMKM kader Ansor harus naik kelas. Salah satu kuncinya adalah penguasaan sistem transaksi digital yang transparan, mudah, dan aman. Melalui kerja sama ini, Ansor ingin memastikan kader tidak tertinggal dalam arus digitalisasi ekonomi,” tegas Musyafa’.
Ia menambahkan, MoU tersebut bukan hanya soal alat transaksi, tetapi bagian dari strategi besar Ansor dalam membangun kemandirian ekonomi organisasi hingga ke tingkat akar rumput.
“Kerja sama ini dirancang berjenjang, dari wilayah hingga pimpinan anak cabang. Dengan skema yang jelas, manfaat ekonomi bisa dirasakan langsung oleh kader di bawah,” lanjutnya.
Sementara itu, Direktur PT Multi Artha, Abdul Wahid Azhar, menyampaikan bahwa pihaknya melihat GP Ansor Jawa Timur sebagai mitra strategis dalam penguatan ekosistem ekonomi digital berbasis komunitas.
“Ansor memiliki kekuatan jaringan yang sangat besar hingga ke desa. Kami ingin teknologi pembayaran digital QRIS yang kami miliki benar-benar menjadi alat pemberdayaan, bukan sekadar layanan transaksi,” ujar Abdul Wahid Azhar.
Ia menegaskan, PT Multi Artha berkomitmen memberikan pendampingan berkelanjutan agar UMKM kader Ansor mampu beradaptasi dengan sistem keuangan digital secara optimal.
“Transformasi digital UMKM tidak cukup hanya dengan menyediakan aplikasi. Diperlukan edukasi, pendampingan, dan model kerja sama yang adil agar pelaku usaha kecil bisa tumbuh dan berkelanjutan,” tambahnya.
Sementara itu, H. Ahmad Syaifulloh, Wakil Ketua PW GP Ansor Jawa Timur Bidang UMKM dan Koperasi, menjelaskan bahwa terdapat tiga poin utama dalam kerja sama tersebut. Pertama, pengembangan UMKM kader dalam proses transaksi keuangan digital berbasis QRIS melalui platform PT Multi Artha.
“Kami ingin UMKM kader Ansor terbiasa dengan sistem pembayaran non-tunai, sehingga lebih efisien, akuntabel, dan dipercaya oleh konsumen,” ujar Syaifulloh.
Poin kedua, lanjutnya, adalah pendataan potensi UMKM kader Ansor se-Jawa Timur secara terstruktur. Pendataan ini dinilai penting sebagai basis penyusunan kebijakan, pendampingan usaha, hingga pengembangan jejaring distribusi produk kader.
“Selama ini potensi UMKM kader sangat besar, tetapi belum terpetakan dengan baik. Dengan data yang akurat, Ansor bisa lebih tepat sasaran dalam melakukan pembinaan dan penguatan,” jelasnya.
Adapun poin ketiga adalah skema sharing profit antara PT Multi Artha dengan PW GP Ansor Jawa Timur yang akan didistribusikan secara berjenjang hingga ke tingkat Pimpinan Anak Cabang (PAC).
“Skema bagi hasil ini menjadi model baru kemandirian organisasi. Aktivitas ekonomi kader tidak hanya menggerakkan usaha, tetapi juga menguatkan struktur organisasi secara berkelanjutan,” tegas Syaifulloh.


