Kabarjatim.id | Probolinggo -Dalam gelaran sosialisasi “Wujudkan Masyarakat Sadar Hak Asasi Manusia Melalui Implementasi P5HAM” yang digelar di Pondok Pesantren Maslahatul Ummah, Gending, Kabupaten Probolinggo, KH Tauhid Badri dari Pondok Pesantren Badridujja Kraksaan memberikan sambutan penuh makna. Ia menekankan bahwa nilai-nilai pesantren sejatinya sejalan dengan prinsip penghormatan terhadap hak asasi manusia.
Menurutnya, pesantren selama berabad-abad telah mendidik generasi dengan ajaran yang menekankan martabat, keadilan, dan penghormatan terhadap sesama.
“Ketika kita bicara tentang HAM, sebenarnya pesantren sudah lebih dulu menanamkan nilai itu dalam bentuk akhlak dan adab. Perintah untuk menghormati hak orang lain, menjaga kehidupan, dan melindungi sesama, merupakan bagian dari ajaran Islam yang sangat mendasar,” ujar KH Tauhid.
Dra. Hj. Anisah Syakur, M.Ag mengatakan bahwa hak asasi manusia bukanlah wacana yang hanya dimiliki kalangan elit atau dunia internasional. Ia menegaskan bahwa HAM justru harus dipahami dan dihidupi oleh masyarakat di akar rumput, terutama di lingkungan pesantren yang menjadi pusat pendidikan moral dan akhlak.
“P5HAM hadir untuk memastikan bahwa prinsip penghormatan terhadap hak asasi manusia diterjemahkan dalam tindakan nyata di setiap lini kehidupan,” tegasnya.
Sementara itu, Achyat Setyo (Kanwil Kemenkumham Jatim menegaskan bahwa implementasi P5HAM tidak boleh hanya berhenti pada kegiatan seremonial. Menurutnya, program ini harus mampu menjadi budaya hidup masyarakat yang tertanam dalam keseharian.
“P5HAM harus menyentuh aspek nyata kehidupan, dari keluarga, lingkungan sekolah, hingga komunitas sosial. Dengan begitu, penghormatan terhadap hak asasi manusia bisa benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.


