MALANG — Pemerintah Kota Malang mendorong penguatan fungsi museum agar tidak hanya menjadi tempat penyimpanan benda-benda bersejarah, tetapi juga berkembang sebagai ruang hidup bagi aktivitas seni dan kebudayaan masyarakat. Gagasan tersebut disampaikan dalam Kunjungan Kerja Panja Perlindungan dan Pemanfaatan Cagar Budaya Komisi X DPR RI di Taman Krida Kota Malang, Rabu (21/5/2026).

 

Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, mengatakan museum memiliki peran yang lebih luas daripada sekadar menjaga koleksi sejarah. Menurutnya, museum juga dapat menjadi wadah ekspresi bagi pelaku seni dan budaya agar keberadaan kebudayaan lokal terus berkembang dan dekat dengan masyarakat.

 

kabarjatim

Dalam kesempatan itu, Pemerintah Kota Malang turut menyampaikan harapan agar keberadaan Museum Mpu Purwa dan Museum Pendidikan dapat dioptimalkan sehingga mampu memberikan manfaat lebih besar, khususnya bagi pelaku budaya di Kota Malang.

 

“Museum bukan hanya tempat menyimpan benda sejarah, tetapi juga harus menjadi ruang ekspresi bagi pelaku seni dan budaya agar mereka memiliki tempat yang layak untuk berkarya,” ujar Ali Muthohirin.

 

Selain penguatan fungsi museum, isu terkait penataan lokasi dan aksesibilitas museum juga menjadi perhatian. Sejumlah kendala seperti keterbatasan area parkir hingga posisi museum yang dinilai kurang strategis disebut menjadi salah satu tantangan dalam meningkatkan kunjungan masyarakat.

 

Menanggapi kemungkinan adanya arahan revitalisasi maupun relokasi museum ke depan, Ali menegaskan Pemerintah Kota Malang siap mendukung kebijakan tersebut, termasuk menyiapkan lahan yang dinilai sesuai apabila dibutuhkan.

 

“Jika ada arahan lebih lanjut, Pemerintah Kota Malang siap menyiapkan lokasi yang strategis agar museum lebih mudah diakses masyarakat,” katanya.

 

Menurutnya, lokasi museum yang ideal perlu mempertimbangkan sejumlah aspek, seperti luas area yang memadai serta akses yang lebih mudah dijangkau masyarakat. Keberadaan museum di kawasan yang dekat dengan pusat aktivitas warga dinilai dapat memperluas fungsi edukasi sekaligus meningkatkan daya tarik kunjungan.

 

Ali menambahkan, Pemkot Malang juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk institusi pendidikan maupun perguruan tinggi yang memiliki aset atau fasilitas yang dapat dimanfaatkan bersama untuk pengembangan museum di masa mendatang.

 

Melalui langkah tersebut, museum diharapkan tidak hanya menjadi ruang penyimpanan sejarah, tetapi juga menjadi pusat interaksi budaya yang hidup dan tumbuh bersama masyarakat.