MALANG – Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Merdeka Malang menegaskan komitmennya untuk memperkuat jaringan antaralumni sekaligus membangun sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung pembangunan daerah.
Hal itu disampaikan Ketua Umum terpilih IKA PMII Merdeka Malang, Muhammad Syifaul Khoiri, usai pelantikan kepengurusan yang digelar di The Alana Hotel Malang, Jumat (19/6/2026).
Menurut Syifaul, momentum pergantian kepengurusan tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan wadah mempererat silaturahmi sekaligus mengonsolidasikan potensi alumni yang kini tersebar di berbagai bidang, mulai dari organisasi kemasyarakatan, pemerintahan, hingga dunia usaha.
Ia menilai keberadaan alumni PMII Merdeka memiliki modal sosial yang besar untuk saling menguatkan dan berkontribusi terhadap perkembangan Kota Malang maupun daerah lainnya.
“Momentum pelantikan atau pergantian pengurus IKA PMII Merdeka ini kami jadikan sebagai ajang silaturahmi dan penguatan jaringan. Sahabat-sahabat alumni sudah memiliki porsi masing-masing di bidangnya, ada yang aktif di organisasi masyarakat, pemerintahan, maupun dunia usaha. Karena itu, kami berinisiatif menjadikan momen ini sebagai ruang konsolidasi bersama,” ujar Syifaul.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa IKA PMII Merdeka memiliki tanggung jawab moral untuk mendampingi kader PMII di tengah perubahan zaman yang terus berkembang. Menurutnya, pola kaderisasi saat ini berbeda dengan dua dekade lalu sehingga diperlukan adaptasi agar semangat organisasi tetap terjaga.
Syifaul berharap para alumni dapat menjadi sumber inspirasi bagi kader-kader muda melalui pengalaman dan capaian yang telah diraih. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga tradisi berpikir kritis mahasiswa tanpa mengabaikan semangat dialog dan penyelesaian masalah secara konstruktif.
“Kami siap berkolaborasi dengan siapa pun selama tujuannya untuk kepentingan masyarakat dan kemajuan pemerintahan. Kami terbuka untuk berdiskusi bersama Pemerintah Kota Malang maupun DPRD Kota Malang guna merumuskan arah pembangunan ke depan. Di sisi lain, kami juga terus mendampingi kader-kader muda. Pikiran kritis mahasiswa tidak boleh dihalangi, tetapi kami meyakini bahwa forum dialog dan komunikasi yang baik akan lebih efektif dibandingkan tindakan anarkis,” pungkasnya.


