Kabarjatim.id | Banyuwangi – Acara tahunan yang paling ditunggu-tunggu oleh masyarakat, Tampo Fair 2026, secara resmi dibuka pada Kamis (25/6) malam. Berlokasi di Lapangan Utama Desa Tampo, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi, perhelatan megah ini sukses memadukan potensi ekonomi kreatif lokal dengan pesona seni budaya tradisional yang memukau.

​Mengusung tema “Sinergi Ekonomi dan Tradisi untuk Tampo Berdikari”, acara ini dijadwalkan berlangsung selama empat hari, mulai tanggal 25 hingga 28 Juni 2026. Pembukaan acara ditandai dengan pemukulan gong oleh jajaran pemerintah daerah setempat, diiringi oleh sorak-sorai ribuan pengunjung yang memadati area pameran.

Ratusan Stand UMKM Unjuk Gigi
​Tampo Fair tahun ini memberikan panggung utama bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memamerkan produk unggulan mereka. Terdapat lebih dari 120 stand pameran yang berpartisipasi, menampilkan beragam produk mulai dari kriya, fesyen, hingga kuliner khas nusantara.

​Daya tarik utama dalam pameran ini tentu saja adalah Batik Tampo, mahakarya asli masyarakat setempat yang telah menembus pasar nasional. Pengunjung dapat melihat langsung proses mencanting batik serta membeli berbagai motif kain batik tulis maupun cap dengan harga spesial selama pameran berlangsung.

kabarjatim

​”Tahun ini kami mencatat peningkatan jumlah peserta UMKM sebesar 30% dibandingkan tahun sebelumnya. Harapannya, Tampo Fair 2026 dapat menjadi katalisator perputaran ekonomi warga pasca-panen dan membuka relasi bisnis baru bagi para pengrajin lokal,” ujar Ketua Panitia Tampo Fair 2026, Budi Santoso, dalam sambutannya.

​Gelar Budaya Menjadi Magnet Pengunjung
​Selain memanjakan pengunjung dengan wisata belanja, Tampo Fair 2026 juga menyajikan Gelar Budaya yang spektakuler. Pada malam pembukaan, penonton disuguhkan ​Tari Jejer Gandrung Massal dengan dibawakan oleh 50 penari muda dari berbagai sanggar tari di Kecamatan Cluring, Pertunjukan Angklung Caruk Kesenian musik tradisional khas Banyuwangi yang saling berbalas nada, menciptakan suasana meriah, dan Parade Busana Batik Menampilkan inovasi desain pakaian berbahan dasar Batik Tampo karya desainer-desainer muda lokal.

​Kepala Desa Tampo, dalam pidato pembukaannya, menegaskan bahwa acara ini adalah bentuk komitmen desa dalam melestarikan warisan leluhur di tengah arus modernisasi. “Kita ingin menunjukkan bahwa kemajuan ekonomi tidak harus mengorbankan identitas budaya. Keduanya bisa berjalan beriringan dan saling menguatkan, seperti yang kita lihat malam ini,” ungkapnya.

Diharapkan Dongkrak Pariwisata Daerah
​Kehadiran Tampo Fair 2026 tidak hanya dinikmati oleh warga lokal, tetapi juga berhasil menarik minat wisatawan dari luar daerah. Pihak penyelenggara telah menyediakan berbagai fasilitas pendukung seperti area parkir yang luas, zona bermain anak, hingga food court yang higienis untuk memastikan kenyamanan pengunjung.

Bagi masyarakat yang belum sempat hadir pada malam pembukaan, Tampo Fair 2026 masih akan terus menyajikan berbagai agenda menarik hingga hari Minggu, 28 Juni 2026. Acara puncak nantinya akan ditutup dengan pertunjukan wayang kulit semalam suntuk dan pengundian doorprize utama bagi para pengunjung.