Kabarjatim.id | Surabaya  – Kabar duka menyelimuti dunia perburuhan dan keluarga besar Bonek. Andy Kristiantono atau yang lebih dikenal sebagai Andie Peci meninggal dunia pada Jumat (10/7/2026) setelah menjalani perawatan di RSUD dr. Mohamad Soewandhie Surabaya.

Kepergian Andie Peci menjadi kehilangan besar bagi dua dunia yang selama ini ia perjuangkan, yakni gerakan buruh dan sepak bola, khususnya Persebaya Surabaya. Sosoknya dikenal sebagai aktivis buruh yang vokal dalam memperjuangkan hak-hak pekerja sekaligus salah satu pentolan Bonek yang konsisten mengawal perjalanan Persebaya, terutama saat klub berjuluk Bajol Ijo menghadapi masa-masa sulit akibat dualisme kompetisi.

Selama bertahun-tahun, Andie Peci dikenal sebagai figur yang lantang menyuarakan keadilan. Di lingkungan perburuhan, ia aktif mengadvokasi berbagai persoalan ketenagakerjaan, sementara di kalangan Bonek, ia menjadi salah satu tokoh yang menggerakkan solidaritas suporter demi mengembalikan Persebaya ke kompetisi sepak bola nasional.

Ucapan belasungkawa mengalir dari berbagai kalangan, mulai dari komunitas suporter, organisasi buruh, hingga masyarakat yang mengenal kiprah dan dedikasinya. Banyak pihak mengenang Andie Peci sebagai pribadi sederhana, berani menyampaikan kebenaran, serta memiliki komitmen kuat terhadap perjuangan yang diyakininya.

kabarjatim

Kepergian Andie Peci bukan hanya meninggalkan duka bagi keluarga, tetapi juga meninggalkan warisan semangat perjuangan, solidaritas, dan keberanian yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan hidupnya. Namanya akan selalu dikenang sebagai sosok yang mendedikasikan hidupnya untuk membela kepentingan kaum pekerja sekaligus menjaga marwah Persebaya bersama ribuan Bonek.

Selamat jalan, Andie Peci. Jejak perjuanganmu akan tetap hidup dalam ingatan para sahabat, kaum buruh, dan keluarga besar Bonek yang selama ini membersamai langkahmu. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan.