Malang, Kabarjatim.id – Kota Malang bersiap menapaki babak baru dalam perjalanan pembangunan. Penetapan sebagai calon kota metropolitan bukan sekadar gelar formal, melainkan peluang strategis untuk mempercepat laju pembangunan dan memperkuat ekonomi lokal.
Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Malang, Dito Arief Nurakhmadi, menilai kenaikan status ini merupakan langkah yang logis.
Data terbaru menunjukkan jumlah penduduk Kota Malang telah menembus angka satu juta jiwa, sehingga arah pengembangan kota kini selaras dengan karakteristik metropolitan.
“Sekarang arah pembangunan Kota Malang sudah jelas: infrastruktur semakin modern, aktivitas ekonomi meningkat, dan potensi kota sangat besar,” ujar Dito, Sabtu (21/2/2026).
Menurutnya, pengakuan sebagai calon kota metropolitan akan membuka akses bagi pemerintah daerah untuk memperkuat layanan publik.
Mulai dari transportasi massal, fasilitas kesehatan, pendidikan, hingga ruang publik, seluruhnya harus disiapkan agar selaras dengan tuntutan kota besar.
Lebih jauh, status ini juga diyakini menjadi magnet bagi investor. “Peningkatan status kota membuka peluang proyek prioritas nasional, yang berarti arus investasi lebih deras. Dampaknya tentu lapangan kerja baru dan penguatan ekonomi masyarakat,” tambah Dito.
Namun, Dito menekankan bahwa percepatan pembangunan harus dibarengi dengan regulasi dan perencanaan yang matang.
Tanpa strategi yang tepat, kota besar kerap menghadapi tantangan klasik seperti kemacetan, kepadatan, hingga ketimpangan sosial.
“Kita tidak ingin pembangunan hanya formalitas. Harus ada eksekusi yang jelas, agar manfaatnya dirasakan seluruh warga,” ujarnya.
Komisi C DPRD Kota Malang juga mendorong seluruh perangkat daerah bersinergi, mulai dari perencanaan tata ruang hingga pengelolaan kawasan ekonomi, agar pertumbuhan kota berjalan seimbang.
Sinergi ini menjadi kunci agar Kota Malang tidak hanya berkembang secara fisik, tetapi juga menghadirkan kualitas hidup yang lebih baik bagi masyarakat.
Dito menegaskan, momentum ini adalah kesempatan emas bagi Kota Malang untuk membuktikan diri sebagai kota metropolitan yang modern, inklusif, dan berkelanjutan.
“Dengan perencanaan yang matang dan kerja sama semua pihak, saya yakin Kota Malang bisa menjadi contoh kota metropolitan yang tidak hanya maju dari segi ekonomi, tapi juga nyaman dan berkelanjutan bagi warganya,” pungkas Dito.


