Perbaikan Tambal Sulam Jalan Kabupaten Pasuruan Telan Rp 9 Miliar

Pasuruan | Kabarjatim.id – Kondisi jalan di Kabupaten Pasuruan masih menjadi momok bagi masyarakat. Kerusakan jalan yang tersebar di berbagai wilayah, menjadi hambatan bagi kelancaran mobilitas dan perekonomian. Keinginan masyarakat untuk menikmati jalan mulus seakan terbentur oleh keterbatasan anggaran dan faktor alam.

Data Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Kabupaten Pasuruan menunjukkan, dari total 2.315,89 kilometer panjang jalan, 18 persen atau sekitar 418,49 kilometer mengalami kerusakan berat. Angka ini bagaikan mimpi buruk bagi pengguna jalan, yang harus berjibaku dengan lubang, retakan, dan genangan air di setiap tikungan.

Kondisi ini tak hanya menghambat mobilitas dan perekonomian, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan. Kecelakaan akibat jalan rusak kerap terjadi. Upaya pemerintah untuk mengatasi problematika ini bagaikan terjebak dalam lingkaran setan. Anggaran yang dikucurkan setiap tahun, meskipun mencapai miliaran rupiah, tak kunjung mampu menyelesaikan seluruh kerusakan jalan.

Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Kabupaten Pasuruan Hanung Widya Sasangka menjelaskan, pemeliharaan jalan memang membutuhkan waktu dan biaya yang besar. Alokasi anggaran yang terbatas, menjadi salah satu faktor yang menyebabkan belum tuntasnya penanganan jalan rusak secara keseluruhan.

”Memang bertahap untuk bisa menetapkan alokasi anggarannya. Sepanjang tahun lalu, pemerintah menggelontorkan Rp10 miliar untuk membenahi jalan-jalan yang rusak,” kata Hanung.

Di sisi lain, faktor cuaca menjadi batu sandungan yang tak terelakkan. Musim hujan yang berkepanjangan memperparah kerusakan jalan dan menghambat proses perbaikan. Tambal sulam yang dilakukan pun tak jarang sia-sia, tergerus oleh derasnya air hujan.

Namun Hanung memastikan bahwa pemerintah daerah tak tinggal diam. Upaya untuk mencari solusi jangka panjang terus dilakukan. Salah satunya dengan mengkaji penerapan sistem rigid beton pada ruas-ruas jalan yang sering mengalami kerusakan.

”Sebagian besar ruas jalan kabupaten sudah beraspal. Yakni mencapai 1.247,17 kilometer,” bebernya.

Adapun perbaikan dalam beberapa tahun terakhir dilakukan dengan rigid beton. Sekitar 724,79 kilometer sudah dirigid. ”Sehingga usianya diperkirakan lebih panjang,” terang Hanung.

Tahun ini, pemerintah daerah mengalokasikan anggaran senilai Rp9 miliar untuk menangani jalan rusak di wilayah timur dan barat Kabupaten Pasuruan. Tetapi, anggaran tersebut masih mencukupi untuk penanganan sementara.

Untuk wilayah barat, anggaran yang disiapkan sekitar Rp 5 miliar untuk 58 ruas jalan. Sedangkan untuk wilayah timur, ada 35 ruas jalan rusak yang akan diperbaiki, dengan menelan anggaran sebesar Rp 4 miliar.

”Dalam bulan-bulan ini memang masih penanganan sementara dengan cara tambal sulam,” sambungnya.

Perbaikan difokuskan pada jalan poros desa, jalan penghubung antar kecamatan, dan jalan-jalan kelas kabupaten di 24 kecamatan. ”Karena memang masih musim penghujan. Tapi paling tidak, harapan kami langkah ini bisa membantu memperlancara mobilitas masyarakat yang selama ini mungkin kurang nyaman dengan kondisi jalan yang rusak,” imbuhnya (Hil)

Mungkin Anda Menyukai